Kamis, 10 November 2016

Kaum Ku atau Kaum Ku? (Puisi Peristiwa Demo 4 november)




Siapakah yang benar ?
Mungkin kaum mu berfikir
Bahwa kaum mu lah yang paling benar
Saat kau bilang dia menghina bangsa mu
Dan akhirnya kau serang dia bersama kaum mu
Seolah-olah dia yang paling hina di matamu

Terkadang aku berfikir
betapa lucunya negri ini
Saat satu orang mengumpamakan keadilan dengan bahasa mu
Disitu kau bilang dia menghina kaum mu

Tapi apa pernah kau sadari?
Berapa banyak kaum mu yang menghakimi kami?
Bahkan itu berlangsung setiap hari
Dengan pertanyaan yang menyiksa sanubari
sarkasmu yang sangatlah menyiksa hati
Saat kau tanya , " Hey! Apa kau tak malu lihat Tuhan mu yang telanjang sambil berdiri? "

Kau bilang agamu lah urusan mu
Agama ku adalah urusan ku
Namun mengapa masih kau tanya apa yang bukan urusan mu?

Berfikir seolah kaum mu lah yang paling binasa
Namun tak pernahkah kau sadari?
Bahwa kami tersiksa dibawah keminoritasan kami
Kau bilang kaum mu tertindas karena penista
Tanpa pernah sadar
Berapa besar kedewasaan kaum ku
Saat setiap hari menahan malu
Dengan cara terdiam menahan amarah
Saat kaum mu berkata "agamamu lah yang paling hina "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan Tersirat

Kepada kekasih yang hampir sampai, Ku kirimkan sejuta penyesalan, cinta dan beribu-ribu kerinduan yang mendalam. Kali ini pula aku ing...