Rabu, 10 April 2019

Pesan Tersirat

Kepada kekasih yang hampir sampai,

Ku kirimkan sejuta penyesalan, cinta dan beribu-ribu kerinduan yang mendalam.
Kali ini pula aku ingin menyampaikan satu hal yang aku sebut rindu yang aku rasa tidak akan pernah usai.

Kekasih, 
Mungkin ini terdengar sangat munafik. 
Bahwa aku mengakui aku akan selalu membawa namamu, 
Nama saudara kandungmu dan juga nama orang tuamu dalam doaku. 
Tak lupa aku juga mendoakan kekasihmu yang saat ini berada dalam pelukanmu.


Kepada kekasihku yang telah usai,

Aku menyesali segala penolakan hingga rasa acuh yang selalu ku perlihatkan kepadamu, juga tidak lupa aku ingin mengenang segala bentuk pertolonganku dalam membantumu kala itu.
Aku rasa kau sudah tau jika aku merindukan penolakan dan pertolongan yang aku sudah beri kepadamu.


Sayangku yang seharusnya menjadi kekasihku,

Pada malam-malam hari belakangan ini, aku juga menyesali segala bentuk dosa diantara kita. Entah saat aku menyakitimu, kamu menyakitiku.
Bahkan saat kita saling menyakiti dalam satu waktu ( meskipun kadang kita saling menyakiti dalam tawa )

Kekasihku yang selalu kudoakan menjadi kekasih sungguhanku,
Tentu kau juga pasti tau jika di waktu-waktu tertentu dalam satu hari, 
Aku selalu menyempatkan bisik kepada Tuhan, bernegosiasi ringan kepada pencipta barangkali Ia memutar takdir sehingga aku bisa menjadi jodohmu. 
Entah bagaimana logikaku bekerja, aku mengimani hal itu terjadi.


Kepada preman terkasihku,

Setelah perpisahan kita terjadi, aku yang lugu ini memang bodoh. 
Manusia mana yang jatuh cinta pada penyesalan? 
Ya, aku jatuh cinta pada kenangan lama kita. 
Jatuh cinta pada penyesalan (Hal-hal yang seharusnya tidak terjadi diantara kita) 
Sungguh aku jatuh cinta pada penyesalan.


Kepada bajinganku yang ku damba,

Ah! 
Susah! 
Sangat susah melupakanmu. 
Aku setidak kuat itu membencimu, 
Bahkan dengan pesan langsung yang kau kirim tengah malam itu membuat pintu itu terbuka lagi. 

Dan bodohnya aku membuka pintu itu, 
Melihat kembali ruangan dimana seharusnya kita tidak didiamkan disitu kala itu. 
Lalu aku menetap disitu sementara, aku tidak tau hingga berapa lama. 

Yang pasti saat ini, 
Aku tengah berada diruangan itu, 
Sambil mengetik kata-kata yang aku dapat dari debu-debu diruangan ini. 
Hebatnya aku mendapat debu-debu kenangan. 

Manis, 
Sungguh manis. 
Tapi sayang membuatku menangis.

Dan saat ini aku berharap ada seseorang yang masuk kedalam ruangan ini, 
tentu, 
tentu orang itu adalah kamu, Bajinganku yang teramat ku sayang.


Sayangku,
Sayangku yang amat manis, 
Yang amat bengis, 
Brengsek dan sangat aku kagumi.

Aku mengakui surat ini tidak cukup panjang untuk menceritakan berapa banyak kata-kata yang ingin ku sampaikan kepadamu.


Kekasih idamanku,
Aku harap kamu datang.
Barusan aku sudah meminta kepada Tuhan, 
Aku harap kamu segera melaksanakannya.

Temui aku di ruang rindu yang mesra itu,
Aku ingin mengatakan aku cinta kamu.
Selalu,
Dan selamanya.



Dari wanita idiot,




Elena Laurencia S

Minggu, 17 Maret 2019

Senja di Penghujung Pekan


Kicauan burung,
Hiruk pikuk bisikan tetangga
Lalu lalang pembeli toko yang ku jaga
Serta, siaran televisi dengan segala konten dari dunia

Aku menikmati senja di kota
Memang tak sama dengan senja yang kini kau rasa
ya... pasti berbeda
Dan aku, akan selalu cemburu dengan senja yang merahnya bisa kau perkosa

Pada senja dipenghujung pekan,
Aku bersumpah untuk tidak lagi mengharapkan
Kamu yang sejatinya hanya menjadi figuran

Pada senja dipenghujung pekan,
Aku tak ingin seterusnya berantakan
Tak jadi masalah jika akhirnya sendirian
Daripada aku harus terus-terusan tertekan

—elena ls.
Jakarta, 17 Maret 2019

Senin, 11 Februari 2019

Miskin ilmu



Belajar, belajar, belajar, kurang ajar!
Taktik, taktik, taktik, licik!
Pintar, pintar, pintar, pintar menatar!

Untuk apa berakal?
Jika akhirnya jadi nakal
Untuk apa pintar?
Jika akhirnya bikin suasana gentar

Aku ingin jadi bodoh saja,
Aku  ingin jadi orang bodoh yang miskin,
Miskin akal yang senang memandang jendela dunia.
Daripada kerjaku terobsesi jadi dewa,
Yang suka menjatuhkan sesama.

Di depan Meja belajar,
– elena ls.


Jumat, 08 Februari 2019

Masih Tentang Engkau


Malam lagi – lagi melihat aku sendiri,
Hingga Bintang lagi – lagi mengajak rembulan menertawai ku dalam kesendirian ini.
Dan disini aku ,
Masih dengan fikiran- fikiran tentang kamu , tentang kita , dan tentang aku yang masih saja terpenjara oleh cinta yang tak semestinya ada
Jangan pernah khawatir sayang , jangan pernah merasa jika kamu adalah dalang dari patah hati ku yang tak kunjung padam
Kau tau ? ini hanya sebuah resiko , dan aku yang bodoh ini memang harus terbiasa dengan sakit itu
Toh , aku juga yang akhirnya memutuskan untuk mengagumi mu , menaruh rasa kepada engkau yang semestinya bisa ku sangkal dengan bijaksana

Tadinya aku sudah mulai mencoba untuk menyingkirkan bayang semu tentang kamu
Namun , maafkanlah kenakalan akal yang selalu meronta gila untuk memaksa memikirkan mu
Dia beseru semakin keras , semakin meneriakan engkau , semakin mendorongku untuk menulis tentang mu
Ya , lagi lagi tentangmu ….  bajingan terkasih ku.

Semenjak perkenalan kita tempo itu , aku memang sudah berusaha untuk meniadakan sosok mu , menyingkirkan mu karena aku tau bahwa aku dan kamu memang tak di takdirkan untuk bersatu
Tapi sekali lagi maafkanlah kenakalan dari akal yang gila ini
Dan mulai sejak itu pula, aku akhirnya memutuskan untuk mengaggumi mu ( dalam diam )
Tetapi jangan kawathir ,
Aku hanya mengagumi mu dengan wajar
Menyayangi mu dengan wajar
Menjaga mu dengan wajar
Mencintai mu dengan wajar
Dan bila Tuhan membenarkan bahwa memang kita tak di takdirkan bersatu
Ku harap Hati ku bisa menangisi mu dengan wajar


Jadi kau tak perlu merasa berdosa , atau kasihan , atau tak tega , atau bersalah
Sebab memang akulah sang pemeran utama
Aku yang berperan seolah – olah aku tak menginginkan mu
Aku yang berperan dalam menyakiti hatiku
Dan aku yang berperan menjadi orang terbodoh dalam mencintaimu ( dalam diam ) .

Jakarta , 3-8-2017
Elena ls.

Rabu, 23 Januari 2019

BELAJAR MENGASIHI ORANG YUK?


Hari ini gue denger kabar , temen kecil gue si supri sakit. Disitu gue sedih banget , gue kaget karena katanya dia sakit karena di lehernya ada suatu hal yang bengkak gitu terus di perutnya ada gumpulan darah kotor. Tau kondisi dia yang kaya gitu gue makin sedih.
Gue tau banget kenapa dia sampe bisa kena penyakit kaya gitu, dari situ gue makin ga tega ngeliat dia .
Rasanya gue pengen banget ngerawat dia, jadiin dia adek asuh gue …
Tapi posisinya gue gapunya duit, dan posisinya juga gue baru banget jadi maba . dan mau gamau gue butuh duit.
Dari keresahan gue , gue punya cita – cita buat  bantu orang yang kurang beruntung kaya temen kecil gue si supri…
Tapi , gue juga kadang mikir…..
Kenapa ya hari ini banyak banget orang kaya yang peliiiiiiiiiiiitttttttttt banget? Padahal kan banyak banget orang yang lebih butuh uang daripada mereka. Gapapa deh kalo mereka pelit , tapi seengganya yang gue bingung kenapa mereka selalu merendahkan orang miskin?
Gue sedih kalo liat ada orang miskin di caci maki , terus di kasarin . . . .
Kenapa ya mereka ga kasihan sama orang miskin? Kenapa mereka malah menjatohkan tanpa pernah ngebantu?
Jujur setiap gue denger ada temen atau saudara gue yang bilang “ ngapain sih temenan sama dia? Dia kan miskin , gapunya apa – apa “ itu gue rasanya kesel banget
Guys , melalui keresahan gue dan pengalaman yang gue bagi hari ini , gue harap kalian lebih bersyukur ya dalam menjalani hidup.
Hidup itu bukan diperuntukan buat kita , melainkan untuk saling membantu satu sama lain.
Kalo hari ini Tuhan nempatin kalian di posisi yang serba berkecukupan , ada baiknya kalian lebih mensyukuri apa yang kalian punya dan pilih untuk engga ngehabisin duit kalian ke hal – hal yang sia – sia.
Gue mau kalian tau , bahwa disekitar kita ada banyak orang yang lebih membutuhkan , mereka ada buat kita bantu , bukan kita rendahkan J
Gue harap hari ini kita bisa saling membantu satu sama lain dan engga ngesia – sia in apa yang kita punya untuk hal yang gak bermanfaat.
Gue kasih tau ya satu hal , menurut gue lebih baik menyenangkan orang lain daripada menyenangkan diri sendiri . . . Seriously , gapercaya ? coba deh sekali – kali kalian bedain enaknya membantu orang dengan ikhlas sama enaknya nyenengin diri sendiri. . .
Kalo menurut gue berusaha nyenengin diri sendiri ya waktunya sebentar banget sumpah dan rasanya kaya aneh deh gak plong gitu. Karena lu tau apa? “berusaha” nyenengin diri itu menurut gue salah satu hal yang kita lakuin karena terpaksa , kita selalu maksain diri kita buat seneng makanya hasilnya juga yaudah kaya kita seneng ga 100% .
Tapiiiiiiiiiii kalo kita IKHLAS nyenengin orang lain? GUE BERANI SUMPAH itu rasanya ga cuma orang lain doang yang bahagia , tapi kita juga ikutan bahagia secara otomatis J

Harapan gue , semoga tulisan gue bermanfaat dan nyadarin kalian betapa menyenangkannya ngebahagiain orang – orang sekitar . karena dengan sekitar kita bisa bahagia karena kita ? kita juga bisa bahagia karena orang lain.
ATTENTION : JANGAN PERNAH BERFIKIR TENTANG APA YANG BISA LO TERIMA . Karena yang terpenting adalah “ Yang penting kita baik dulu ke orang , masalah timbal – balik nya ke kita? Biar TUHAN yang ngatur
IKHLAS ITU MAU MEMBERI TANPA MENGHARAPKAN IMBALAN .
Hasil yang besar itu datang disaat kita mau sabar buat nabung sedikit demi sedikit . nabung apa? Ya nabung kebaikan untuk orang lain .  jadi disaat lu berbuat baik ke orang ada baiknya lu sabar untuk menanti hasil dari kebaikan itu sendiri , meskipun gak dari orang itu lu dapet . . . Kalo engga hari ini ? mungkin besoknya lagi , ibaratkan nabung uang ? semakin lama lu nabung uang semakin banyak juga uang yang akan lu dapet J
Jadi , Jangan lupa mengasihi sesama secara IKHLAS ya sobat J


SEKIAN DARI GUE , SALAM SEJAHTERA .
Jakarta , 31 – 07 – 2017
Elena Ls.

Pesan Tersirat

Kepada kekasih yang hampir sampai, Ku kirimkan sejuta penyesalan, cinta dan beribu-ribu kerinduan yang mendalam. Kali ini pula aku ing...