Malam lagi – lagi melihat aku sendiri,
Hingga Bintang lagi – lagi mengajak rembulan menertawai ku
dalam kesendirian ini.
Dan disini aku ,
Masih dengan fikiran- fikiran tentang kamu , tentang kita ,
dan tentang aku yang masih saja terpenjara oleh cinta yang tak semestinya ada
Jangan pernah khawatir sayang , jangan pernah merasa jika
kamu adalah dalang dari patah hati ku yang tak kunjung padam
Kau tau ? ini hanya sebuah resiko , dan aku yang bodoh ini
memang harus terbiasa dengan sakit itu
Toh , aku juga yang akhirnya memutuskan untuk mengagumi mu ,
menaruh rasa kepada engkau yang semestinya bisa ku sangkal dengan bijaksana
Tadinya aku sudah mulai mencoba untuk menyingkirkan bayang
semu tentang kamu
Namun , maafkanlah kenakalan akal yang selalu meronta gila
untuk memaksa memikirkan mu
Dia beseru semakin keras , semakin meneriakan engkau ,
semakin mendorongku untuk menulis tentang mu
Ya , lagi lagi tentangmu …. bajingan terkasih ku.
Semenjak perkenalan kita tempo itu , aku memang sudah
berusaha untuk meniadakan sosok mu , menyingkirkan mu karena aku tau bahwa aku
dan kamu memang tak di takdirkan untuk bersatu
Tapi sekali lagi maafkanlah kenakalan dari akal yang gila
ini
Dan mulai sejak itu pula, aku akhirnya memutuskan untuk
mengaggumi mu ( dalam diam )
Tetapi jangan kawathir ,
Aku hanya mengagumi mu dengan wajar
Menyayangi mu dengan wajar
Menjaga mu dengan wajar
Mencintai mu dengan wajar
Dan bila Tuhan membenarkan bahwa memang kita tak di
takdirkan bersatu
Ku harap Hati ku bisa menangisi mu dengan wajar
Jadi kau tak perlu merasa berdosa , atau kasihan , atau tak
tega , atau bersalah
Sebab memang akulah sang pemeran utama
Aku yang berperan seolah – olah aku tak menginginkan mu
Aku yang berperan dalam menyakiti hatiku
Dan aku yang berperan menjadi orang terbodoh dalam
mencintaimu ( dalam diam ) .
Jakarta , 3-8-2017
Elena ls.