Senin, 11 Februari 2019

Miskin ilmu



Belajar, belajar, belajar, kurang ajar!
Taktik, taktik, taktik, licik!
Pintar, pintar, pintar, pintar menatar!

Untuk apa berakal?
Jika akhirnya jadi nakal
Untuk apa pintar?
Jika akhirnya bikin suasana gentar

Aku ingin jadi bodoh saja,
Aku  ingin jadi orang bodoh yang miskin,
Miskin akal yang senang memandang jendela dunia.
Daripada kerjaku terobsesi jadi dewa,
Yang suka menjatuhkan sesama.

Di depan Meja belajar,
– elena ls.


Jumat, 08 Februari 2019

Masih Tentang Engkau


Malam lagi – lagi melihat aku sendiri,
Hingga Bintang lagi – lagi mengajak rembulan menertawai ku dalam kesendirian ini.
Dan disini aku ,
Masih dengan fikiran- fikiran tentang kamu , tentang kita , dan tentang aku yang masih saja terpenjara oleh cinta yang tak semestinya ada
Jangan pernah khawatir sayang , jangan pernah merasa jika kamu adalah dalang dari patah hati ku yang tak kunjung padam
Kau tau ? ini hanya sebuah resiko , dan aku yang bodoh ini memang harus terbiasa dengan sakit itu
Toh , aku juga yang akhirnya memutuskan untuk mengagumi mu , menaruh rasa kepada engkau yang semestinya bisa ku sangkal dengan bijaksana

Tadinya aku sudah mulai mencoba untuk menyingkirkan bayang semu tentang kamu
Namun , maafkanlah kenakalan akal yang selalu meronta gila untuk memaksa memikirkan mu
Dia beseru semakin keras , semakin meneriakan engkau , semakin mendorongku untuk menulis tentang mu
Ya , lagi lagi tentangmu ….  bajingan terkasih ku.

Semenjak perkenalan kita tempo itu , aku memang sudah berusaha untuk meniadakan sosok mu , menyingkirkan mu karena aku tau bahwa aku dan kamu memang tak di takdirkan untuk bersatu
Tapi sekali lagi maafkanlah kenakalan dari akal yang gila ini
Dan mulai sejak itu pula, aku akhirnya memutuskan untuk mengaggumi mu ( dalam diam )
Tetapi jangan kawathir ,
Aku hanya mengagumi mu dengan wajar
Menyayangi mu dengan wajar
Menjaga mu dengan wajar
Mencintai mu dengan wajar
Dan bila Tuhan membenarkan bahwa memang kita tak di takdirkan bersatu
Ku harap Hati ku bisa menangisi mu dengan wajar


Jadi kau tak perlu merasa berdosa , atau kasihan , atau tak tega , atau bersalah
Sebab memang akulah sang pemeran utama
Aku yang berperan seolah – olah aku tak menginginkan mu
Aku yang berperan dalam menyakiti hatiku
Dan aku yang berperan menjadi orang terbodoh dalam mencintaimu ( dalam diam ) .

Jakarta , 3-8-2017
Elena ls.

Pesan Tersirat

Kepada kekasih yang hampir sampai, Ku kirimkan sejuta penyesalan, cinta dan beribu-ribu kerinduan yang mendalam. Kali ini pula aku ing...