Aku hanyut kembali merindukanmu
Saat badai tak lagi menjatuhkan cintamu untuk ku
Saat badai tak mendesahkan nafasmu
Saat hujan tak merintikan tawamu
Saat desah angin tak membisikan namamu
Saat awan tak membentuk wajahmu
Saat bulan tak lagi indah seperti senyummu
Saat bintang tak memancarkan aura mu
Saat tanah tak membawa aroma tubuhmu
Atau saat mentari tak memancarkam hangatnya tubuh mu
Aku mati dibawah gelapnya duniaku
Sendiri kembali tanpa dirimu
Buta kembali tanpa tatapanmu
Cemberut kembali tanpa senyum darimu
Termenung kembali tanpa candamu
Bahkan mematung terus tanpa interaksi denganmu
Aku tanpa kamu
Seperti raja tanpa sang ratu
Seperti syahrini tanpa sesuatu
Seperti pembaca tanpa buku
Seperti ceriwis tanpa sabtu minggu
Seperti ingus tanpa tissu
Seperti api tanpa tungku
Ya ,kira kira seperti itulah
Aku jadi hilang arah
Jadi tak disorot kamera
Jadi buta aksara
Jadi tak dilihat masa
Jadi tak karuan kemana-mana
Dan sampai tak teratur untuk apa gunanya
Jakarta , 8/12/2016
ElenaLs.
Kamis, 08 Desember 2016
Jumat, 02 Desember 2016
Teruntuk Sang Pengandung Jiwa Negri
Teruntuk Sang Pengandung Jiwa Negeri
Hai wanita terkasihku
Boleh kah ku panggil kamu ibu?
Meski tak dari rahim mu dunia menyambutku
Itu tak jadi tolak ukur bukan?
Hai Malaikat terbaikku
Kenapa terus kau buat ku heran?
Melihat sosok mu
Buat ku bertanya
"Mengapa ada bidadari tanpa sayap?"
Hai sang pahlawan ilmu ku
Mengapa jasamu tak bertanda?
walau sebenarnya kau tau
Tak ada bangsa besar yang lahir
Tanpa jasa dari mu
Hai ibu guru
Cukup kah tanda terimakasihku untukmu?
Kurasa tidak
Namun hanya itu yang bisa ku beri untukmu
Terimakasih bu
Karena kau tak lupa
untuk menabung jutaan ilmu untuku setiap hari
Terimakasih bu
Untuk pengabdian yang tak kenal pamrih
Terimakasih bu
Untuk pelajaran hidup yang kau beri
Terimakasih bu
Untuk bekal yang kau hidangkan
Bagi masa depan
Jika kelak aku jadi seorang Jutawan
Tak lupa hati ku untuk memberi budi kepadamu
Jika kelak orang panggil ku "si Sukses"
Tak lupa ucapku untuk sampaikan ini semua karena jasa mu
Selamat hari guru wahai pengandung jiwa jiwa sukses Negeri .
Elena Ls
25 / 11 / 2016
Hai wanita terkasihku
Boleh kah ku panggil kamu ibu?
Meski tak dari rahim mu dunia menyambutku
Itu tak jadi tolak ukur bukan?
Hai Malaikat terbaikku
Kenapa terus kau buat ku heran?
Melihat sosok mu
Buat ku bertanya
"Mengapa ada bidadari tanpa sayap?"
Hai sang pahlawan ilmu ku
Mengapa jasamu tak bertanda?
walau sebenarnya kau tau
Tak ada bangsa besar yang lahir
Tanpa jasa dari mu
Hai ibu guru
Cukup kah tanda terimakasihku untukmu?
Kurasa tidak
Namun hanya itu yang bisa ku beri untukmu
Terimakasih bu
Karena kau tak lupa
untuk menabung jutaan ilmu untuku setiap hari
Terimakasih bu
Untuk pengabdian yang tak kenal pamrih
Terimakasih bu
Untuk pelajaran hidup yang kau beri
Terimakasih bu
Untuk bekal yang kau hidangkan
Bagi masa depan
Jika kelak aku jadi seorang Jutawan
Tak lupa hati ku untuk memberi budi kepadamu
Jika kelak orang panggil ku "si Sukses"
Tak lupa ucapku untuk sampaikan ini semua karena jasa mu
Selamat hari guru wahai pengandung jiwa jiwa sukses Negeri .
Elena Ls
25 / 11 / 2016
Kesepian
Hei kamu
Apakah kamu sedang kesepian?
Apa boleh ku temani kamu dalam senyapnya keheningan?
Hai kawan
Kamu sedang rasa sebuah kesepian tidak?
Barang kali kita satu rasa
Jika kau merasakannya
Bilang padaku kawan
Aku akan kesitu
Dan temani kamu
Habiskan waktu
Dengan berdua hingga kita disapa mereka
Mari sama sama tukarkan cerita pedih
Siapa yang buat kau sendiri?
Siapa yang tinggalkan kamu?
Terpojok kah dirimu?
Atau terbuangkah kepribadian mu?
Mereka tak anggap kau ada ya?
Sepertinya kita sama
Aku pun demikian sobat
Mereka acuhkan aku
Saat mereka senang
Siapalah aku dimata mereka?
Mereka hanya kenal aku saat mereka rasakan sakit
Dan lupakan aku
Saat bahagia mereka hilangkan sakit
Mari sini kawan
Julurkan Kepalamu ke pundakku
Ijinkan aku rasakan pilu itu
Menangis lah dan mengeranglah hingga lelah
Biar aku tau
Tak hanya diriku saja yang punya rasa sengsara.
Jakarta, 26 / 11 / 2016
Elenals
Apakah kamu sedang kesepian?
Apa boleh ku temani kamu dalam senyapnya keheningan?
Hai kawan
Kamu sedang rasa sebuah kesepian tidak?
Barang kali kita satu rasa
Jika kau merasakannya
Bilang padaku kawan
Aku akan kesitu
Dan temani kamu
Habiskan waktu
Dengan berdua hingga kita disapa mereka
Mari sama sama tukarkan cerita pedih
Siapa yang buat kau sendiri?
Siapa yang tinggalkan kamu?
Terpojok kah dirimu?
Atau terbuangkah kepribadian mu?
Mereka tak anggap kau ada ya?
Sepertinya kita sama
Aku pun demikian sobat
Mereka acuhkan aku
Saat mereka senang
Siapalah aku dimata mereka?
Mereka hanya kenal aku saat mereka rasakan sakit
Dan lupakan aku
Saat bahagia mereka hilangkan sakit
Mari sini kawan
Julurkan Kepalamu ke pundakku
Ijinkan aku rasakan pilu itu
Menangis lah dan mengeranglah hingga lelah
Biar aku tau
Tak hanya diriku saja yang punya rasa sengsara.
Jakarta, 26 / 11 / 2016
Elenals
Aku mencintaimu
Aku Mencintaimu
Aku mencintaimu
Sampai si bisu bersaksi
bahwa kamu bercakap-cakap dengannya hingga pagi
Aku mencintaimu
Sampai si buta melihat
Bahwa kamu tak inginkan ku lagi
Aku mencintai mu
Sampai si tuli mendengar
Bahwa cintamu tak hanya untuk ku
Aku mencintaimu
Sampai si lumpuh berjalan bersamamu
Aku mencintaimu
Sampai si tunawisma
Tinggal seatap bersamamu
Kira-kira selama itu lah masa ku
Untuk mencintai kamu
Karena Aku akan mencintaimu
Sampai kamu meninggalkan aku
Jakarta, 29/11/2016
elenals
Aku mencintaimu
Sampai si bisu bersaksi
bahwa kamu bercakap-cakap dengannya hingga pagi
Aku mencintaimu
Sampai si buta melihat
Bahwa kamu tak inginkan ku lagi
Aku mencintai mu
Sampai si tuli mendengar
Bahwa cintamu tak hanya untuk ku
Aku mencintaimu
Sampai si lumpuh berjalan bersamamu
Aku mencintaimu
Sampai si tunawisma
Tinggal seatap bersamamu
Kira-kira selama itu lah masa ku
Untuk mencintai kamu
Karena Aku akan mencintaimu
Sampai kamu meninggalkan aku
Jakarta, 29/11/2016
elenals
Surat Untuk Pencuri Hatiku
Surat untuk pencuri hatiku
Baru kemarin kamu menyapa aku
Saat redup matahariku
Saat sirna bahagiaku
Saat pilu hatiku
Kau tau?
Kau laksana sang arjuna
Namun aku malu ,karena aku bukan ratunya
Nyata, karena kini kau memilih untuk pergi
Mungkin kurang cantik rupaku
Atau tak pandai cara ku melayanimu
Bisa jadi kurang anggun aura ku
Sehingga kamu memilih tuk tinggalkan aku
Padahal baru sadar diriku
Bahwa kamu perbaiki hati ku
Namun mengapa kau bawa pergi itu
Tak tahu kah kamu bahwa aku membutuhkanmu
Karena kamu sang penyempurna hatiku
Ingin rasanya aku ambil kembali itu
Namun kaku langkahku
Beku pula tubuh dan kelu juga lidah ku
Untuk aku rebut kembali hatiku
Mungkin karena hatiku tau
Dimana tempat ternyaman dia untuk berlabuh
Meskipun cintamu semu
Namun itulah hatiku
Mudah terbawa cinta palsu
Untuk kamu sang penyempurna hatiku
Mengapa kamu tak sempurnakan juga hidupku
Menangis aku rindukan kamu
Kembalilah padaku dan temani hariku
Atau jika kau tak mau
Setidaknya kembalikanlah hatiku
Jakarta , 29/11/2016
Elenals
Baru kemarin kamu menyapa aku
Saat redup matahariku
Saat sirna bahagiaku
Saat pilu hatiku
Kau tau?
Kau laksana sang arjuna
Namun aku malu ,karena aku bukan ratunya
Nyata, karena kini kau memilih untuk pergi
Mungkin kurang cantik rupaku
Atau tak pandai cara ku melayanimu
Bisa jadi kurang anggun aura ku
Sehingga kamu memilih tuk tinggalkan aku
Padahal baru sadar diriku
Bahwa kamu perbaiki hati ku
Namun mengapa kau bawa pergi itu
Tak tahu kah kamu bahwa aku membutuhkanmu
Karena kamu sang penyempurna hatiku
Ingin rasanya aku ambil kembali itu
Namun kaku langkahku
Beku pula tubuh dan kelu juga lidah ku
Untuk aku rebut kembali hatiku
Mungkin karena hatiku tau
Dimana tempat ternyaman dia untuk berlabuh
Meskipun cintamu semu
Namun itulah hatiku
Mudah terbawa cinta palsu
Untuk kamu sang penyempurna hatiku
Mengapa kamu tak sempurnakan juga hidupku
Menangis aku rindukan kamu
Kembalilah padaku dan temani hariku
Atau jika kau tak mau
Setidaknya kembalikanlah hatiku
Jakarta , 29/11/2016
Elenals
Gadis Di Ujung Zaman
Gadis Di ujung zaman
Oleh : Elena Ls
===========================
Aku
Gadis belia dengan sejuta keterbatasan
Hanya bisa menikmati waktu bersama angan
Mengikuti alur waktu tanpa sebuah penantian
Entah untuk apa diriku kawan
Yang ku tahu hanya menikmati zaman
Tanpa berfikir untuk apa aku kedepan
Hilang asa ku dimakan keterbatasan
Ekonomi , Diri , Pengetahuan
Semua hilang karena keterbatasan
Jadilah aku seperti saat ini
Terombang-ambing di negri sendiri
Nikmati waktu hingga nafas terhenti
Akan kah nasibku akan terganti?
Jakarta,30/11/2016
Oleh : Elena Ls
===========================
Aku
Gadis belia dengan sejuta keterbatasan
Hanya bisa menikmati waktu bersama angan
Mengikuti alur waktu tanpa sebuah penantian
Entah untuk apa diriku kawan
Yang ku tahu hanya menikmati zaman
Tanpa berfikir untuk apa aku kedepan
Hilang asa ku dimakan keterbatasan
Ekonomi , Diri , Pengetahuan
Semua hilang karena keterbatasan
Jadilah aku seperti saat ini
Terombang-ambing di negri sendiri
Nikmati waktu hingga nafas terhenti
Akan kah nasibku akan terganti?
Jakarta,30/11/2016
Gadis Berantakan
Aku ini apa?
Sejenis manusia kah?
Aku yang lahir dengan sebuah kecelakaan
Menyambut dunia dengan keheningan
Sampai dikira sudah dalam keabadian
Aku ini manusia seperti apa?
Kecil di sekelilingi para bajingan
Menimang ku dengan penuh kenafsuan
Tumbuh dengan berjuta kejahatan
Mencuri , mencari nafkah , mencari lawan dan melawan sang Tuhan
Ku jalani dengan jiwa kecil yang berantakan
Jalani rintang dengan sejuta keterbatasan
Ada kah yang mau seperti ku yang berjalan dengan semua kehinaan
Bahkan diriku ditenggelamkan dalam keduniawian
Buta mataku melihat kebaikan
Semua itu presetan
Apalah arti sebuah kebaikan?
Sementara hidup ku di tabungi dengan sejuta cabikan
Tak lain tak bukan
Berasal dari sang bajingan
Dasar pejantan sialan
Dia yang buat diriku berantakan
Surat ini nyata
Tentang hidupku yang berantakan
Kau mau bilang diriku titisan setan?
Silahkan!
Elenals
Jakarta,01/12/16
Langganan:
Postingan (Atom)
Pesan Tersirat
Kepada kekasih yang hampir sampai, Ku kirimkan sejuta penyesalan, cinta dan beribu-ribu kerinduan yang mendalam. Kali ini pula aku ing...
-
Surat untuk pencuri hatiku Baru kemarin kamu menyapa aku Saat redup matahariku Saat sirna bahagiaku Saat pilu hatiku Kau tau? Kau la...
-
hai , guys . sekarang gue pengen ngejelasin pendapat gue tentang pilihan antara artis dunia maya dan artis beneran ( yang sering nongol di...
-
Tuan Aku rindu pada kamu Bisakah kau tarik jarak itu Aku menderita oleh jarak dan waktu Aku ingin kita yang dulu Tuan Ra...
