Jumat, 08 Februari 2019

Masih Tentang Engkau


Malam lagi – lagi melihat aku sendiri,
Hingga Bintang lagi – lagi mengajak rembulan menertawai ku dalam kesendirian ini.
Dan disini aku ,
Masih dengan fikiran- fikiran tentang kamu , tentang kita , dan tentang aku yang masih saja terpenjara oleh cinta yang tak semestinya ada
Jangan pernah khawatir sayang , jangan pernah merasa jika kamu adalah dalang dari patah hati ku yang tak kunjung padam
Kau tau ? ini hanya sebuah resiko , dan aku yang bodoh ini memang harus terbiasa dengan sakit itu
Toh , aku juga yang akhirnya memutuskan untuk mengagumi mu , menaruh rasa kepada engkau yang semestinya bisa ku sangkal dengan bijaksana

Tadinya aku sudah mulai mencoba untuk menyingkirkan bayang semu tentang kamu
Namun , maafkanlah kenakalan akal yang selalu meronta gila untuk memaksa memikirkan mu
Dia beseru semakin keras , semakin meneriakan engkau , semakin mendorongku untuk menulis tentang mu
Ya , lagi lagi tentangmu ….  bajingan terkasih ku.

Semenjak perkenalan kita tempo itu , aku memang sudah berusaha untuk meniadakan sosok mu , menyingkirkan mu karena aku tau bahwa aku dan kamu memang tak di takdirkan untuk bersatu
Tapi sekali lagi maafkanlah kenakalan dari akal yang gila ini
Dan mulai sejak itu pula, aku akhirnya memutuskan untuk mengaggumi mu ( dalam diam )
Tetapi jangan kawathir ,
Aku hanya mengagumi mu dengan wajar
Menyayangi mu dengan wajar
Menjaga mu dengan wajar
Mencintai mu dengan wajar
Dan bila Tuhan membenarkan bahwa memang kita tak di takdirkan bersatu
Ku harap Hati ku bisa menangisi mu dengan wajar


Jadi kau tak perlu merasa berdosa , atau kasihan , atau tak tega , atau bersalah
Sebab memang akulah sang pemeran utama
Aku yang berperan seolah – olah aku tak menginginkan mu
Aku yang berperan dalam menyakiti hatiku
Dan aku yang berperan menjadi orang terbodoh dalam mencintaimu ( dalam diam ) .

Jakarta , 3-8-2017
Elena ls.

Rabu, 23 Januari 2019

BELAJAR MENGASIHI ORANG YUK?


Hari ini gue denger kabar , temen kecil gue si supri sakit. Disitu gue sedih banget , gue kaget karena katanya dia sakit karena di lehernya ada suatu hal yang bengkak gitu terus di perutnya ada gumpulan darah kotor. Tau kondisi dia yang kaya gitu gue makin sedih.
Gue tau banget kenapa dia sampe bisa kena penyakit kaya gitu, dari situ gue makin ga tega ngeliat dia .
Rasanya gue pengen banget ngerawat dia, jadiin dia adek asuh gue …
Tapi posisinya gue gapunya duit, dan posisinya juga gue baru banget jadi maba . dan mau gamau gue butuh duit.
Dari keresahan gue , gue punya cita – cita buat  bantu orang yang kurang beruntung kaya temen kecil gue si supri…
Tapi , gue juga kadang mikir…..
Kenapa ya hari ini banyak banget orang kaya yang peliiiiiiiiiiiitttttttttt banget? Padahal kan banyak banget orang yang lebih butuh uang daripada mereka. Gapapa deh kalo mereka pelit , tapi seengganya yang gue bingung kenapa mereka selalu merendahkan orang miskin?
Gue sedih kalo liat ada orang miskin di caci maki , terus di kasarin . . . .
Kenapa ya mereka ga kasihan sama orang miskin? Kenapa mereka malah menjatohkan tanpa pernah ngebantu?
Jujur setiap gue denger ada temen atau saudara gue yang bilang “ ngapain sih temenan sama dia? Dia kan miskin , gapunya apa – apa “ itu gue rasanya kesel banget
Guys , melalui keresahan gue dan pengalaman yang gue bagi hari ini , gue harap kalian lebih bersyukur ya dalam menjalani hidup.
Hidup itu bukan diperuntukan buat kita , melainkan untuk saling membantu satu sama lain.
Kalo hari ini Tuhan nempatin kalian di posisi yang serba berkecukupan , ada baiknya kalian lebih mensyukuri apa yang kalian punya dan pilih untuk engga ngehabisin duit kalian ke hal – hal yang sia – sia.
Gue mau kalian tau , bahwa disekitar kita ada banyak orang yang lebih membutuhkan , mereka ada buat kita bantu , bukan kita rendahkan J
Gue harap hari ini kita bisa saling membantu satu sama lain dan engga ngesia – sia in apa yang kita punya untuk hal yang gak bermanfaat.
Gue kasih tau ya satu hal , menurut gue lebih baik menyenangkan orang lain daripada menyenangkan diri sendiri . . . Seriously , gapercaya ? coba deh sekali – kali kalian bedain enaknya membantu orang dengan ikhlas sama enaknya nyenengin diri sendiri. . .
Kalo menurut gue berusaha nyenengin diri sendiri ya waktunya sebentar banget sumpah dan rasanya kaya aneh deh gak plong gitu. Karena lu tau apa? “berusaha” nyenengin diri itu menurut gue salah satu hal yang kita lakuin karena terpaksa , kita selalu maksain diri kita buat seneng makanya hasilnya juga yaudah kaya kita seneng ga 100% .
Tapiiiiiiiiiii kalo kita IKHLAS nyenengin orang lain? GUE BERANI SUMPAH itu rasanya ga cuma orang lain doang yang bahagia , tapi kita juga ikutan bahagia secara otomatis J

Harapan gue , semoga tulisan gue bermanfaat dan nyadarin kalian betapa menyenangkannya ngebahagiain orang – orang sekitar . karena dengan sekitar kita bisa bahagia karena kita ? kita juga bisa bahagia karena orang lain.
ATTENTION : JANGAN PERNAH BERFIKIR TENTANG APA YANG BISA LO TERIMA . Karena yang terpenting adalah “ Yang penting kita baik dulu ke orang , masalah timbal – balik nya ke kita? Biar TUHAN yang ngatur
IKHLAS ITU MAU MEMBERI TANPA MENGHARAPKAN IMBALAN .
Hasil yang besar itu datang disaat kita mau sabar buat nabung sedikit demi sedikit . nabung apa? Ya nabung kebaikan untuk orang lain .  jadi disaat lu berbuat baik ke orang ada baiknya lu sabar untuk menanti hasil dari kebaikan itu sendiri , meskipun gak dari orang itu lu dapet . . . Kalo engga hari ini ? mungkin besoknya lagi , ibaratkan nabung uang ? semakin lama lu nabung uang semakin banyak juga uang yang akan lu dapet J
Jadi , Jangan lupa mengasihi sesama secara IKHLAS ya sobat J


SEKIAN DARI GUE , SALAM SEJAHTERA .
Jakarta , 31 – 07 – 2017
Elena Ls.

Selasa, 13 November 2018

Hampa

Kehampaan apa 
yang datang tanpa kehilangan?
Kehampaan mana,
yang tak datang saat sendirian?
Lalu, bagaimana cara hampa itu berakhir?

Sedihku makin lama makin mendalam
Depressi ku tinggi bak air bah yang datang tiba-tiba
Ingin teriak, mengerang menjelaskan pada alam
Aku penyair yang kesepian

Aku ingin berduaan
Setidaknya semalaman
Entah dengan manusia ataupun setan
Terserah Tuhan, 
yang penting aku tidak kesepian

Aku ini jalang bajingan
Kerjaku siksa diri dan menangis tak karuan
Aku benci perpisahan
Aku jenuh rasakan kerinduan

Aku ini kenapa dilahirkan?
jika hidupku hanya untuk kesepian?
Ah, Sialan!
Sialan sungguh sialan!
Mereka fikir aku ini tegar sungguhan?

Aku hanya berpura-pura dalam senyuman.


Elena ls
Jakarta, 13 November 2018

Jumat, 27 Juli 2018

Surat dari hati

Selamat malam, 
Padamu yang sedang berduaan
Padamu yang tak kehilangan
Padamu yang bahkan tak lagi kesepian
Ya.. itu semua karena kau ada pasangan

Rasanya memang sia-sia
Menanam kisah untuk sebuah cinta
Cinta yang entah untuk siapa akhirnya
Yang jelas , awalnya kau yang meminta 

" Aku butuh kamu "
Begitu katamu dengan melas rupamu
Gestur badanmu gambarkan sepi harimu
Tingkah kakumu , aku terenyuh
Hatiku spontan luluh

Lalu kataku, mari... 
Mari ikuti diri ini 
Aku berjanji, 
Akan temani sepi-sepi hari
Bersamamu sampai habisnya hari 

Lalu egomu mulai tinggi,
Kau usir daku seakan aku tak berarti ,
Katamu lebih baik aku pergi 
Bagimu , sibuk harimu saat itu buatmu tak sepi lagi
dan Aku? Ingin sekali kau tinggal pergi

Diujung puisi ini, 
Diujung surat hati ini,
Aku hanya beri ucap tulus dari hati , 
Selamat berbahagia wahai kekasih , 
Semoga wanitamu saat ini , tak lagi kau suruh pergi


- Jakarta , 27 juli 2017

elena ls 

Jumat, 01 September 2017

Perihal mencintai

Sesungguhnya aku sudah lama menyadari
Jika sesungguhnya mencintai bukan perihal memiliki
Bukan juga perihal menguasai
Melainkan mengasihi dengan sepenuh hati

Mencintai dengan tulus tak akan membuat pemilik rasa merasa sia-sia
Karena ketulusan hadir untuk memberi tanpa mengharap apa-apa
Sama halnya seperti aku mencintainya
Memang rasa itu telah ku biarkan ada
Bahkan jauh sebelum aku menyadarinya


Perihal cinta mungkin aku buta
Aku tak pandai dalam menyelaraskan rasa dan karsa
Saat rasa berkata iya
Tak menjadi sebuah dorongan bagi karsa

Aku memang tlah lama merasakan cinta
Cinta untuk dia yang ku damba
Namun sekali lagi aku berkata
Bahwa aku sadar perihal mencinta


Bahwa sesungguhnya mencintai bukan perihal memiliki
Bukan juga perihal menguasai
Melainkan mengasihi dengan sepenuh hati
Tak peduli yang di cinta ingin pergi
Atau memilih untuk dinanti
Itu semua hanya masalah hati


Jakarta, 1/9/2017
Elena ls.

Senin, 03 Juli 2017

Pengelana yang gagal

Aku berkelana diatas sebuah tempat fana
Mencari arti dari cinta sesungguhnya
Kadang lelah karena yang kutemui hanya orang gila
Sampai pernah memutuskan untuk kembali ke tempat semula
Atau memilih untuk tidak menyentuh cinta

Aku menyerah ....
Kepada gejolak cinta aku pasrah
Memacari kaum adam aku gelisah
Pun dengan rasa, aku memilih tuk mengalah

Namun lagi - lagi dewi cinta merayu
Hatiku di iming-imingi sajak palsu
Bisikkan dari kata-kata cinta darinya terus mengganggu
Hingga aku kadang memilih untuk mau

Namun lagi - lagi aku gagal
Lagi - lagi yang ku temui hanya pria yang buat hatiku pegal - pegal
Rasanya hati ini ingin ku penggal
Biar aku tak menangis bila merasa menjadi seperti insan tunggal.

Jakarta,
3/7/2017
Elena ls.

Jumat, 23 Juni 2017

Aku Dan Kamu


Aku....
Aku yang menunggu meski kamu tak tahu
Aku yang menanti
Menanti kamu yang tak menaruh hati
Aku yang merindu
Merindu kamu yang telah menjauh

Kamu.....
Kamu yang pergi
Dan tak kembali lagi
Kamu yang merayu
Kemudian memilih berlalu
Kamu yang sempat menaruh harap
Kemudian pergi seperti tak lagi berharap

Aku dan kamu
Dulu menyatu
Namun sekarang saling menjauh

Aku dan kamu
Dulu saling menanti
Meski kini memilih pergi

Aku tak mau berlalu
Meski kamu sudah menjadi masa lalu

Aku tak mau berpisah
Meski semua waktu kita hanya menjadi kisah

Jakarta, 23/6/2017
-Elena ls.

Pesan Tersirat

Kepada kekasih yang hampir sampai, Ku kirimkan sejuta penyesalan, cinta dan beribu-ribu kerinduan yang mendalam. Kali ini pula aku ing...